SMK NEGERI 1 SEI MENGGARIS

Berita


Kawan atau Lawan di Era Digital Modern


Penulis: Nur Anisa (X APL)

A. Pendahuluan

      Salam hangat untuk para pembaca, khususnya generasi muda yang terus belajar dan berkembang di era digital. Sebagai pelajar, setiap hari ada saja hal baru yang muncul, termasuk teknologi yang mulai banyak diperbincangkan, yaitu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam tulisan ini, AI apakah dengan adanya AI merupakan sebuah kemajuan yang membawa kebaikan bagi pelajar atau justru tantangan yang harus diwaspadai?

B. Pembahasan

      Di zaman sekarang, hampir semua hal dilakukan dengan bantuan teknologi. Salah satu teknologi yang paling berkembang dan ramai dibicarakan adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.Bagi generasi muda seperti kami, pelajar SMK di pelosok perbatasan AI bukan lagi hal asing.Bahkan, tanpa sadar, kami sudah menggunakannya setiap hari, entah saat mencari jawaban tugas, menerjemahkan bahasa, atau membuat konten kreatif. Teknologi ini bukan hanya digunakan di kalangan pelajar bahkan AI juga di gunakan perusahaan-perusahaan, tanpa disadari AI mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari,terutama dalam proses belajar. Banyak pelajar yang merasa terbantu dengan adanya AI. Saat ada tugas sulit, tinggal cari jawabannya lewat ChatGPT, Google Lens, meta AI atau aplikasi lainnya. Ketika bingung menjelaskan materi, kita bisa bertanya langsung ke AI yang bisa menjawab layaknya guru. AI bahkan bisa membantu mengoreksi tulisan atau menerjemahkan bahasa asing. Sebagai pelajar yang tinggal jauh dari kota besar dan sulit mengikuti bimbingan belajar.

      AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti akal sehat. Ia bisa menjadi teman belajar terbaik jika digunakan dengan bijak, tapi juga bisa menjadi musuh kemajuan diri jika disalahgunakan. Semua kembali pada pilihan kita sebagai menjadi alat bantu belajar yang sangat berguna. Melainkan, banyak juga teman-teman yang jadi malas berpikir sendiri, kurangnya literasi. Semua tugas dikerjakan oleh AI, tanpa mau membaca ulang atau memahami isi jawabannya. Hasilnya? Nilai mungkin bagus, tapi otaknya kosong. Ini seperti orang minum obat terus, tapi tidak mau hidup sehat. Masalah lainnya adalah kurangnya etika penggunaan AI di kalangan pelajar. Ada yang pakai AI untuk menyontek, mengerjakan ujian, bahkan meniru tulisan orang lain. Lama-lama pelajar bisa kehilangan kemampuan untuk belajar secara mandiri. Padahal, seharusnya AI dijadikan alat bantu, bukan alat curang. Guru juga sering kesulitan membedakan mana tugas yang dibuat sendiri dan mana yang hasil copy-paste dari teknologi. Lalu, siapa yang salah? AI? Tentu bukan. Yang perlu dibenahi adalah cara kita sebagai pelajar menyikapi AI. Sudah saatnya sekolah mengajarkan etika digital, termasuk cara menggunakan AI dengan bertanggung jawab. Kami butuh panduan, bukan larangan. Kami perlu dibimbing, bukan dimarahi.Guru bisa membimbing bagaimana cara menggunakan teknologi tanpa kehilangan semangat belajar. Dengan begitu, kita bisa memanfaatkan teknologi dengan cara yang benar.

   AI bisa menjadi kawan atau lawan, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi, tapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya. Harapan untuk semua pelajar bisa memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai jalan pintas. Mari kita jadi pelajar yang cerdas, bukan hanya karena teknologi, tapi juga karena usaha dan kejujuran.

(Editor: DZ/Humas 2026)

 

 

 

 

 

 

Pencarian

Kontak

Alamat :

Jl. Poros Tabur Lestari RT 01, Tabur Lestari, Kec. Sei Menggaris

Telepon :

Humas 0821-3896-9891 - Kepala Sekolah 0812-5017-6782

Email :

ofcsmknseimenggaris@gmail.com

Website :

smkn1seimenggaris.sch.id

Media Sosial :

Banner

Kalender

Mei 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31